Sabtu, Mei 31, 2008

Narkoba; Jangan Coba-Coba!

Operasi narkoba yang dilancarkan Polda Metro Jaya antara 9-23 Februari 2002 berhasil menangkap 155 tersangka dengan barang bukti 56.060 gram ganja, 1.914,25 gram heroin, 3.489 butir ekstasi, 61,9 gram sabu-sabu dan 352 butir obat golongan IV. Demikian dikatakan Kepala Satuan Reserse Narkotika Polda Metro Jaya AKBP Carlo B Tewu (Warta Kota, 26 Februari 2002)

Hmm... ini adalah operasi yang kesekian kalinya dilakukan aparat kepolisian sejak beberapa tahun yang lalu. Tapi anehnya, semakin banyak operasi, kok malah kian banyak aja yang make. Artinya kayak nggak ada abisnya, gitu lho. Narkoba tetap merajalela. Korbannya pun udah nggak keitung jumlahnya. Karena sampe sekarang aja kasusnya ibarat kasus “abadi”. Nggak kelar-kelar. Udah gitu membawa petaka lagi. Wuah, narkoba bener-bener bikin repot semua orang.

Oya, ada yang belum gaul dengan istilah narkoba nggak? Oke deh, kita coba jelasin lagi, semoga yang udah tahu kagak bete apalagi sewot. Sobat muda, narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obatan Berbahaya. Selain itu ada istilah lain yang mempunyai makna sama, yaitu: NAZA (Narkotika dan Zat Adiktif), atau NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Istilah NAPZA lebih tepat karena di dalam singkatan tersebut terdapat psikotropika, obat yang biasanya digunakan untuk gangguan kesehatan jiwa.

Narkoba pada awalnya adalah sejenis obat-obatan tertentu yang digunakan oleh dunia kedokteran. Biasanya untuk terapi penyakit, misalnya untuk menghilangkan rasa nyeri. Namun pada perkembangannya obat-obatan itu disalahgunakan (abuse) sehingga menimbulkan ketergantungan (adiksi).

Sobat muda muslim, bicara soal narkoba adalah bicara tentang nasib masa depan anak muda negeri ini. Gimana nggak, lebih dari 80 persen korbannya adalah remaja. Khususnya adalah remaja muslim. Nah lho. Gaswat bener kan? Sebab kalo dibiarin aja bisa tambah ruwet dan berbelit-belit. Tapi inilah kenyataan yang kudu kita hadapi bersama. Dan tentunya kenyataan yang begitu pahit. Karena, banyak teman remaja yang “ahlul boat” kayaknya udah rada sulit untuk bisa dijadikan sebagai pewaris kehidupan masa depan. Tragisnya lagi, nggak sedikit yang akhirnya keburu “pensiun” dari dunia ini setelah mereka OD (over dosis) mengkonsumsi boat.

Kenapa jadi junkies?

Sebut saja Rudi, cowok kutilang (kurus tinggi langsing) ini mengaku sebagai junkies gara-gara frustasi masalah keluarga. Nggak tahan, akhirnya nyobain make narkoba. Itu pun setelah diajak teman sekelasnya. Sejak saat itu, Rudi selalu pake karena emang ketagihan. Rudi, mungkin tipe anak laki yang nggak bisa menghadapi kenyataan hidup. Ia gamang melihat kehidupan ortunya nggak harmonis, akhirnya milih menggunakan narkoba untuk menghilang-kan kekecewaannya. Meski akhirnya bikin kecewa semua orang, karena jadi junkies.

Bagi orang model begini, apapun masalah yang dihadapinya seringkali lari ke boat (drugs). Karena emang boleh dibilang punya “kepribadian” drugs (drugs personality), yaitu orang yang gampang putus asa, nggak tahan konflik (misalnya, nggak berani bilang “nggak” terhadap teman, atau nggak bisa keluar dari masalah), terus nggak tahan stres, dan semua yang bersumber pada kelemah-an dirinya. Pendek kata, mereka gampang frus-trasi. Walah? Hati-hati.

Sobat muda muslim, pengaruh teman sebaya emang amat besar. Itu sebabnya banyak juga yang make boat gara-gara ditawari temannya yang kebetulan badung bin nakal. Celakanya, ada juga tipe anak yang nggak bisa bilang “nggak” sama temennya itu. Jadi deh langsung nyetel alias ngikutin kemauan sang teman. Wuah, ini bahaya banget. Dan terus terang aja, model teman kamu yang seperti ini amat mudah dijumpai, karena emang banyak.

Sebetulnya, dari banyak kasus yang sering dijadiin alasan bahwa dirinya jadi junkies adalah alasan yang sepele banget. Cuma, karena kebetulan temen kita yang labil ini salah gaul, ditambah keimanannya “blong”, maka nggak heran kalo akhirnya jadi nyandu boat. Padahal, bahaya bagi dirinya sedang mengintai. Jangan sampe deh.

Sekali coba “error”

Kamu memang pantas takut dan jangan bergaul dengan narkoba. Karena seperti kata iklan, “sekali dicoba, narkoba langsung disuka”. Narkoba mampu membuatmu ketagihan alias sakaw dan menjadikanmu seorang junkies (pecandu) yang menghamba luar dalam kepada narkoba. Sekalipun kamu harus tersiksa saat sakauw, tapi kamu tetap membutuhkannya, meski harus merogoh kocek dalam-dalam. Hih, syerem!

Selain menguras uang, narkoba adalah zat yang amat beracun bagi tubuhmu. Banyak efek berbahaya yang terdapat pada narkoba, diantaranya;

1. Secara umum, peng-guna narkoba akan menjadi kehilangan kepercayaan diri, lemah, dan bloon.

2. Para pengguna ekstasi dan kokain akan mengalami perubahan tingkah laku yang menjurus ke arah paranoid dan antisosial sebagai akibat rusaknya sel-sel syaraf otak. Akibatnya mereka dapat dengan mudah untuk melakukan tindak kriminal.

3. Penggunaan zat adiktif juga mengakibatkan gangguan konsentrasi belajar.

4. Heroin atau putauw juga dapat menyebabkan kematian. Hal ini dikarenakan narkotik dapat menekan pusat pernafasan yang terletak di batang otak (depresi pusat pernafasan), pembengkakan (edema) paru-paru secara akut atau karena terjadi reaksi yang fatal (syok-anafilaktik). Heroin juga memiliki daya ketagihan yang tinggi (adiksi) sehingga si pengguna harus menambah dosis agar mereka memperoleh euphoria yang diharapkan.

5. Selain memberikan good tripping (rasa menyenangkan), ekstasi juga memberikan bad tripping. Seorang pengguna yang sedang tripping bisa mengalami halusinasi untuk membunuh orang, atau bunuh diri seperti meloncat dari gedung tingkat tinggi karena terhalusinasi ada kolam renang di bawahnya.

6. Ekstasi dapat menyem-pitkan pembuluh darah perifer (vasocinsyrici perifer), membuat peng-guna merasa kedinginan, kesemutan; untuk itu ia harus menggoyangkan tubuhnya (tripping), juga karena vasoconstricsi tersebut si pengguna tidak mungkin bisa ereksi.

7. Di luar negeri tingkat kecelakaan lalu lintas akibat mengkonsumsi ekstasi ternyata telah meningkat.

8. Cimeng bisa bikin paru-paru jebol. Berbagai penyakit paru-paru, dari yang ringan sampe yang berat, seperti asthma, bronkhitis kronis, dan kanker paru-paru, secara berurutan atau seka-ligus, akan menyerang tubuh. Repotnya, tanda-tandanya sering nggak disadari.

Nah, lho. Kamu jangan coba-coba bergaul dengan narkoba. Bisa berabe. Uang melayang, badan ringsek. Pokoknya “error” berat deh. Kalo pun mau, ya “narkoba” yang lain aja, yakni, nasi, roti, kopi, dan bala-bala....

Barang haram

Mungkin saja, teman-teman kamu yang terlibat narkoba ada yang nggak ngeh kalo ternyata barang tersebut adalah termasuk daftar barang haram dalam pandangan Islam. Soalnya, banyak juga temen-teman kamu yang ngakunya muslim, tapi terlibat dalam kasus ini. Jelas, bahwa beliau tidak ngerti dan nggak paham seputar barang tersebut. Soalnya, bisa jadi informasi seputar narkoba dalam pandangan Islam belum menyentuhnya. Kemu-dian yang paling parah adalah, lingkungan tempat kawan-kawan kita bergaul amburadul. Jadinya klop.

Itu sebabnya, perlu diberi penjelasan bahwa narkoba itu, apa pun jenisnya; dari mulai ganja alias cimeng, heroin, kokain, ekstasi, sabu-sabu, putauw dan saudara-saudaranya itu adalah barang haram. Sabda Rasulullah saw: “Segala yang menga-caukan akal dan mema-bukkan adalah haram” (HR. Imam Abu Daud).

Syeikh Ibnu Taimi-yah sebagaimana yang dikutip Sayyid Sabiq dalam Fiqh as-Sunah, menyatakan bahwa ha-dis tersebut mencakup segala benda yang merusakkan akal tanpa membeda-bedakan jenis dan tanpa terikat cara pemakaiannya, baik di-makan, diminum, di-hisap, disuntik dan sebagainya. Maka ben-da-benda yang merusak akal tersebut, termasuk putauw, ekstasi dan sejenisnya dari anggota narkoba, jelas terkategori haram. Dan sebagai-mana pedoman Islam setiap pelaku perbuatan haram akan diganjar dengan hukuman.

Bagaimana dengan para penjualnya? Adalah hal yang menggelikan bila sekarang ini hanya dikenakan sanksi bagi para pemakai tapi membiarkan penjualnya berkeliaran dengan bebas. Dalam hal ini terdapat kaidah umum dari para ulama: “Apa saja yang diharamkan, maka diharamkan pula dijualbelikannya”. Kaidah ini berlandaskan kepada hadis Rasulullah saw dari Ibnu Abi Syuaibah: “Jika Allah mengharamkan sesuatu, maka haram pula harganya (yang diperoleh dari benda tersebut).

Sadar diri

Cukuplah ini memberikan gambaran yang jelas buat kita semua, bahwa jangan berani coba-coba akrab dengan narkoba. Kalo udah jadi junkies, pengobatannya aja nggak cukup ratusan ribu rupiah, bisa jadi malah jutaan. Ambil contoh metode akupuntur. Biaya yang biasa diperlukan untuk terapi ini di Jakarta bervariasi dari 20 ribu sampai 75 ribu rupiah per pertemuan. Bahkan ada yang harus berobat sampe 20 kali pertemuan (HAI, No 6 Tahun 25). Belum lagi harga obat lainnya. Untuk menghantam pengaruh morfin di dalam tubuh penderita, ada yang harus minum obat rata-rata 10-12 butir per hari. Harga obatnya sendiri mencapai 1,5 juta sampe 2 juta perak per 50 butir. Maklum obat impor. Walah? Naudzubillahi min dzalik!

Terakhir, kita tetep meminta bapak-bapak aparat dan pejabat untuk menyelesaikan kasus ini. Sebab, tanpa peran aktif penguasa, rasanya boleh dbilang bakalan kurang “gereget’ deh. Jadinya percuma aja BIP jadi Duta Anti Narkoba RCTI, yang sering gembar-gembor, “Aku gemuk lagi…” Iya nggak?

Sobat muda muslim, narkoba emang “nikmat” membawa sengsara. Wuah, keluar duit gede, badan rusak, dosa lagi. Apa yang mau diharapkan? Jadi, jangan coba-coba deh! Dan, tentu jangan sampe salah gaul dong.

Sabtu, Mei 24, 2008

DAMPAK PENGGUNAAN NARKOBA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PENDIDIKAN

Abad 20 merupakan masa di mana umat manusia menghadapi arus spekulasi kehidupan yang teramat dahsyat. Warga dunia berjumpa dengan aneka peristiwa tragis, dramatis maupun gejolak kebahagiaan. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknolgi semakin dirasakun manfaat dan madraratnya hampir di setiap lini kehidupan manusia.Selain perkembangan IPTEK atau rekayasa sains yang sudah maju, abad ini juga mngundang degradasi moral manusia serta penurunan gairah beragama terutama terjadi di kalangan remaja, mahasiswa dan pelajar.

Terjadinya degradasi moral di kalangan remaja dan pelajar ini ditandai dengan beberapa hal, salah satunya adalah kecanduan Narkoba.Narkoba (Narkotika dan obat-obat berbahaya), NAZA (Narkotika dan zal aditif) atau NAPZA saat ini rcmai dibicarakan di mana-mana. Produk Syetan ini begitu mudah masuk dan peredarannya di Indonesia sungguh luar biasa, merambah ke seluruh background kehidupan dan tingkat usia mulai dari para pejabat hingga rakyat biasa.Narkoba adalah racun yang bukan saja merusak seseorang secara fisik tetapi juga merusak jiwa dan masa depannya. Secara fisik, semakin lama semakin ambruk semsntara mentalitasnya sudah terlanjur ketergantungsn dan membutuhkan pemenuhan narkoba dalam dosis yang semakin tinggi. Jika tidak bcrhasil menemukan narkoba, tubuhnya akan mengadakan reksi yang menyakitkan di antaranya sembelit, muntah, muntah, kejang-kejang, dan badan menggigil yang kemudian dikenal dengan nama sakau.Saat ini menurut data kepolisian, para pecandu narkoba sudah mencapai angka 3% dari keseluruhan penduduk Indonesia. Sementara itu modus operasi di perdagangan narkoba sudah semakin sedemikian canggih. Diantaranya dicampurkan dengan minuman saat pesta, dibungkus permen dan lain-lain.Penggunaan narkoba juga terjadi di lingkungan pendidikan termasuk di lembaga pendidikan yang berbasis Islam.

Kenyataan ini tentu saja mengejutkan banyak pihak terutama pihak sekolah dan orang tua murid itu sendiri. Kenyataan seperti itu jika dihubungkan dengan prestasi belajar Pendidikan Agama Islamnya sangatlah mengkhawatirkan. Sebab umumnya para pemakai narkoba ini mengalami penurunan prestasi baik di bidang agama maupun umum. Dimulai dari turunnya kedisiplinan sekolah hingga turunnya prestasi beragama seperti sholat. puasa dan sebagainya. Melihat fenomena tersebut jelas memprihatinkan betapa kian kedepan Indonesia bukan semakin maju malah mundur beberapa langkah. Masa depan menjadi taruhan. Kesadaran kita untuk menjadikan narkoba sebagai musuh bersama adalah satu-satunya jalan.Berdasarkan latar belakang di atas, saya sendiri atau semuanya tertarik untuk memusuhi “NARKOBA“Masalah merupakan suatu keadaan yang menerangkan keragu-raguan atau ketidakpastian yang tegas dan tepat untuk segera ditanggulangi sehingga mengetahui jalan keluar. Dari dua Variabel yang diteliti, rnaka dapat ditentukan formulas! masalahnya sebagai berikut:

1. Bagaimana pengertian penggunaan narkoba di kalangan siswa.

2. Bagaimana konsep prestasi belajar siswa

3. Bagaimana dampak penggunaan Narkoba di kalangan siswa terhadap prestasi belajar mereka dalam pelajaran

Kebiasaan merupakan kecenderungan untuk beraksi dengan cara tertentu terhadap suatu rangsangan. Kebiasaan siswa dapat merientukan prestasi siswa itu sendiri. Karena secara keseluruhan setelah seseorang melakukan suatu proses belajar, akhirnya akan diperoleh suatu hasil yang dapat dirasakan oleh yang bersangkutar. Hasil yang diperolch itu lebih dikenal dengan prestasi.Adapun hubungannya dengan kebiasaan menggunakan narkoba, bahwa sangatlah mustahil suatu prestasi akan didapat jika kebiasaan belajarnya sangat negatif. Contoh, belajar memerlukan konsentrasi tinggi melalui membaca, memperhatikan, mendengarkan serta menganalisis. Sementara itu jika kondisi fisik dan mentalnya lemah, loyo, dan sebagainya akibat naroba, maka mustahil prestasi belajar dapat diraih dengan baik. Apalagi jika dihubungkan dengan pengamalan ajaran agama dan pendidikan serta masyarakat umum. Dan ingatlah sesungguhnya syaitan sangat ingin ada permusuhan dan saling membenci dengan jalan membuatmu bahagia sesaat dan menjauhkan kalian dari ingat kepada Allah. Apakah kalian tidak mau berhenti.

GERAKAN PRAMUKA

GUGUS DEPAN BANJARBARU 085-086

SMP NEGERI 4 KOTA BANJARBARU

AMBALAN HASSAN BASRY DAN RATU JALEHA

BARISAN SCOUTING MANIA SMP NEGERI 4 BANJARBARU

SANDI AMBALAN HASSAN BASRY DAN RATU JALEHA

KEHORMATAN ITU SUCI

JAGA DIRI KARENA HARGA DIRI

BERBUDI LUHUR MENOLONG SESAMA

TAK KURANG AMAL KARENA KESUKARAN

SABDA PANDITA RATU

SATU KATA DALAM KEBENARAN

BERKETAPAN HATI SETIAP LANGKAH

PANTANG MENJILAT DAN MENYERAH

WIRA ADHI TARUNA

KSATRIA YANG SOPAN DAN PERWIRA

TAK KENAL STRATA DAN KASTA

MEMAPAH BAGI DUKA TANPA PAMRIH

BERSIAP UNTUK HIDUP DAN MATI DENGAN BAHAGIA

ITULAH KEHENDAK

DAN CITA CITA AMBALAN/ RACANA KITA

SEMOGA TUHAN MERACHMATINYA

Jumat, Mei 23, 2008

GERAKAN PRAMUKA
GUGUS DEPAN BANJARBARU 085 - 086
SMP NEGERI 4 BANJARBARU


SUSUNAN KEPENGURUSAN MASSA BHAKTI 2008-2009



PELINDUNG

KA HERLIANSYAH SELAKU KA MABIGUS 085 - 086

PENANGGUNG JAWAB

KA ENGKIN ROSTIANA SELAKU PEMBINA 085

KA RUSMIATI SELAKU PEMBINA 086

PEMBINA

KA ENGKIN ROSTIANA SELAKU PEMBINA 085

KA RUSMIATI SELAKU PEMBINA 086

PEMBINA SATUAN

KA ANDRI IRAWAN SELAKU KETUA DKR LANDASAN ULIN

KA DEWI NUR ANGGA RANI SELAKU PEMBANTU PEMBINA 086

DEWAN PENGGALANG

KETUA

HADI YANUR BASITH

WAKIL KETUA

KHADIJAH

SEKERTARIS

LISNAWATI

BENDAHARA

INDAH RATNA SARI

SEKSI BIDANG KEGIATAN

KETUA

BUDI HARJONO

WAKIL KETUA

EKO PRIONO

SEKERTARIS

RAGIL SEPTIANO

SEKSI BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT

KETUA

PAMULA BRIAN N

WAKIL KETUA

ANSYAR R N R

SEKERTARIS

ARIF BIMANTARA

SEKSI BIDANG PERLENGKAPAN

KETUA

GAURA VICTORIA

WAKIL KETUA

NENENG SUMIATI

SEKERTARIS

SYANTI

DEWAN PASUKAN GERAK CEPAT

KETUA

RUDI KUNCORO

WAKIL KETUA

YENI NOVITA SARI

APRIANTO DWI PRAMBUDI

SEKERTARIS

St.RAHIMAH

HUBUNGAN MASYARAKAT

MUHAMMAD KURNIA RAHMAN

DEWAN PASUKAN HASSAN BASRY

KETUA

BUDI HARJONO

WAKIL KETUA

EKO PRIONO

SEKERTARIS

RAGIL SEPTIANO

DEWAN PASUKAN RATU JALEHA

KETUA

WINDA AULIA

WAKIL KETUA

RIMA

SEKERTARIS

SYANTI

DEWAB BARISAN SCOUTING MANIA SMP NEGERI 4 BANJARBARU

KETUA

ANDRI IRAWAN

WAKIL KETUA

DEWI NUR ANGGA RANI

SEKERTARIS

RUDI KUNCORO



BANJARBARU,23 MARET 2008
GERAKAN PRAMUKA
GUDEP BANJARBARU 085-086
SMPN 4 BANJARBARU
PELINDUNG


tertanda




Drs.H.HERLIANSYAH